Need help..

Semalem dapet sms dari dosen, buat segera mengajukan proposal skripsi. Baca sms itu w cuma bs garuk-garuk kepala. Bingung mau ngapain. Gw udah gk tau mau bilang apaan, yg jelas tetap usaha dan doa..gitu kata agnes monica kuncinya..hehehe..Smg di mudahkan…

 

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Tata Cara Mandi Besar (Junub) Hadas Besar

Arti Definisi/Pengertian Mandi Wajib / Mandi Besar / Mandi Junub

Mandi besar, mandi junub atau mandi wajib adalah mandi dengan menggunakan air suci dan bersih (air mutlak) yang mensucikan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tujuan mandi wajib adalah untuk menghilangkan hadas besar yang harus dihilangkan sebelum melakukan ibadah sholat.

B. Sebab/Alasan Seseorang Harus Mandi Wajib/Mandi Besar/Mandi Junub :
1. Mengeluarkan air mani baik disengaja maupun tidak sengaja
2. Melakukan hubungan seks / hubungan intim / bersetubuh
3. Selesai haid / menstruasi
4. Melahirkan (wiladah) dan pasca melahirkan (nifas)
5. Meninggal dunia yang bukan mati syahid

Mandi Junub atau Mandi Besar yang benar

Mengenai Niat tidak perlu di lafazkan : seperti misalnya Nawaitu gusla junubi lirofil hadasi lillahi ta’alla (aku niat mandi junub untuk menghilangkan hadas besar karena Allah), hal ini di karenakan bahwa Rasululah tidak pernah mengajarkan bacaan seperti itu. Niat itu adanya dalam hati…
Berikut adalah cara dan adab mandi junub.

Sifat Mandi Junub Rasulullah

Al Guslu adalah isim mashdar dari igtisa-lun yang berarti mandi. Hakekat mandi itu ialah mencurahkan air pada anggota badan, mengenai kewajiban menggosoknya diperselisihan ada yang mengatakan wajib dan ada pula yang mengatakan tidak wajib[1].

Tulisan ini diawali dengan Firman Allah Subhana wa ta’ala:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.. [An Nisaa : 43]

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. [Al Maidah : 6]

Bab cara Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mandi Junub

  1. Diriwayatkan dari Aisyah r.a ia berkata: Apabila Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mandi junub, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam memulainya dengan membasuh kedua tangan, kemudian menuangkan air dengan menggunakan tangan kanan ke tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan ketika ingin mendirikan sholat. Kemudian menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sehingga rata. Ketika selesai membasuh kepala sebanyak tiga kali, seterusnya membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki. [HR Bukhori No. 240, 250, 254, 264, Muslim No. 474, Tirmidzi No. 97, An Nasai No. 228, Abu Dawud No. 208, Ibnu Majah No. 370]
  2. Diriwayatkan dari Maimunah r.a ia berkata: Aku pernah membawa air kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam untuk mandi junub. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam memulainya dengan membasuh dua tapak tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam memasukkan tangan ke dalam tempat berisi air, lalu mecidukkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri. Setelah itu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menggosokkan tangan kiri ke tanah, lalu berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan sholat. Kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali. Seterusnya Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam membasuh seluruh tubuh, lalu beralih dari tempat tersebut dan membasuh kedua kaki, kemudian aku mengambilkan sapu tangan [handuk] untuk Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, tetapi menolaknya. [HR Bukhori No. 241, Muslim No. 476, At Tirmidzi No. 96, An Nasai No. 415, Abu Dawud No. 213, Ibnu Majah No. 566] dan tambahan riwayat dari Maimunah juga dan beliau Rasulullah mengusap air [yang ada pada badannya] dengan tangannya [HR Jama'ah]. Bustanul Ahbar Hadist No. 427.
  3. Diriwayatkan dari Jubair bin Mut’im r.a ia berkata: Para Sahabat belajar menggunakan air untuk mandi dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam. Sebagian daripada mereka berkata: Aku menuangkan air ke kepalaku begini, begini. Lalu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Aku meyiram kepalaku dengan air yang diciduk dengan menggunakan tapak tangan sebanyak tiga kali. [HR Bukhori No. 246, Muslim No. 493, An Nasai No. 250, Abu Dawud No. 207, Ibnu Majah No. 568]
  4. Dan bagi satu riwayat, bagi bukhori dan Muslim, dikatakan ia menyelah-nyelahi rambutnya dengan kedua tangannya, sehingga apabila ia merasa telah basah seluruh kulit kepalanya, ia tuangkan [air] diatasnya tiga kali. [Bustanul Ahbar Hadist No. 425]
  5. Dan dari ‘Aisyah r.a, ia berkata: Adalah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam tidak berwudhu sesudah mandi. [HR Imam yang lima, takhrij Bustanul Ahbar Hadist No. 428].

Kesimpulan Hadist :

  1. Bahwa Mandi Junub Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam adalah:

  2. Memulainya dengan membasuh kedua tangan

  3. Menuangkan air dengan menggunakan tangan kanan ke tangan kiri

  4. Mecidukkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri
    Setelah itu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menggosokkan tangan kiri ke tanah
    Lalu berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan sholat

  5. Menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali, [hadist no 2], dengan menyelah-nyelahi rambutnya dengan kedua tangannya, sehingga apabila ia merasa telah basah seluruh kulit kepalanya, ia tuangkan [air] diatasnya tiga kali [hadist no 4]

  6. Seterusnya Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam membasuh seluruh tubuh

  7. Kemudian membasuh kedua kaki.

  8. Rasulullah tidak berwudhu lagi setelah mandi.

Keterangan :

Sabda Nabi “menggosokan tangan kiri ke tanah” dan dalam suatu riwayat “kemudian beliau menggosokan tangannya dengan tanah debu“, dengan tujuan untuk menghilangkan bau dari tangan. Dalam hadist tersebut tidak disebutkan bahwa Rasulullah tidak mengulangi pencucian kemaluannya, padahal bila bau itu masih terdapat pada tangan maka berarti bau itu masih terdapat pada kemaluan, karena tangan itu habis mencuci kemaluan. Dan inilah mafhum dari pengertian yang dapat diambil dari hadist tersebut. [2] Menurut saya [penulis] bukan merupakan perkara yang di wajibkan karena pada hadist dari Aisyah belaiu tidak menyebutkannya [Hadist No 1] dan juga karena kamar mandi zaman sekarang sudah tidak ber-alaskan tanah. Dan hal tersebut bisa digantikan dengan sabun untuk mencucinya.

Sabda Nabi “Kemudian Rasulullah membasuh kedua kaki”  hadist ini disebutkan oleh ‘Aisyah dan Maimunah, dan hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan para muhaddist, dalam Nailul Author di jelaskan bahwa wudhu yang pertama dilakukan Rasulullah adalah tanpa mencuci kedua kaki, selanjutnya ia berkata ada penegasan tentang mengakhirkan “kedua kaki” itu dalam riwayat Bukhori dengan kata “ia berwudhu untuk sholat tanpa membasuh kedua kakinya” dan ini bertentangan dengan zhahir hadist dari ‘Aisyah tersebut. Ibnu Hajar al Asqolani berkata, antara kedua hadist itu memungkinkan untuk di kompromikan yaitu bisa riwayat ‘Aisyah itu diartikan mazaz atau bisa juga riwayat Aisyah itu menceritakan kejadian yang lain. Berdasarkan ini maka perbedaan itu diantaranya:
a.       Jumhur ulama berpendapat sunah mencuci kaki pada akhir mandi didalam manji junub
b.       Imam Malik berpendapat apabila tempat [mandi] nya bersih maka mencuci kaki itu hendaklah didahulukan
c.       Imam Nawawi berpendapat yang lebih benar dan lebih Masyhur serta yang terpilih dari dua pendapat tersebut ialah menyempurnakan wudhunya [termasuk mencuci kedua kaki]
d.       Saya [penulis] berpendapat berdasarkan hadist no 1 & 2, dikatakan “lalu berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan sholat/ ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ini sudah jelas bahwa berwudhu sudah pasti membasuh kedua kaki karena kata “sebagaimana yang biasa dilakukan“ adalah hal yang sudah biasa dilakukan dan hal ini berarti mengacu pada hadist berikut ” Diceritakan oleh Usman bin Affan r.a: Diriwayatkan dari Humran r.a ia berkata: Usman bin Affan r.a telah meminta air untuk berwudhu, setelah memperolehi air beliau terus membasuh dua tangan sebanyak tiga kali, kemudian berkumur-kumur serta memasuk dan mengeluarkan air dari hidung. Kemudian beliau membasuh muka sebanyak tiga kali dan membasuh tangan kanannya hingga ke siku sebanyak tiga kali. Setelah itu beliau membasuh tangan kirinya sama seperti beliau membasuh tangan kanan kemudian menyapu kepalanya dan membasuh kaki kanan hingga ke dua mata kaki sebanyak tiga kali. Kemudian beliau membasuh kaki kiri, sama seperti membasuh kaki kanannya. Kemudian Ustman r.a berkata: Aku pernah melihat Rasulullah Sholalaahu ‘Alaihi wassallam berwudhu seperti cara aku berwudhu. Aku juga telah mendengar Rasulullah Sholalaahu ‘Alaihi wassallam bersabda: Barang siapa yang mengambil wudhu seperti cara aku berwudhu kemudian dia menunaikan sholat dua rakaat dan tidak berkata-kata antara wudhu dan sholat, maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu“. [HR Bukhori No. 155, Muslim No. 331, An Nasai No. 83, 84, 115 145, Abu Dawud No. 96, Imam Malik/Al Muwatho No. 54, Ad Darimi No. 690]. Dan perihal membasuh kedua kaki diakhirnya adalah sesuatu yang sesuai Sunnah pula jika dilakukan.

Sabda Nabi “kemudian aku mengambilkan sapu tangan [handuk] untuk Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, tetapi ia tidak mau [HR Bukhori No. 241, Muslim No. 476, At Tirmidzi No. 96, An Nasai No. 415, Abu Dawud No. 213, Ibnu Majah No. 566] dan tambahan riwayat dari Maimunah juga dan beliau Rasulullah mengusap air [yang ada pada badannya] dengan tangannya [HR Jama'ah].[3] Ini adalah akhir dari mandi junub Rasulullah dan jika ingin sesuai sunahnya lakukanlah seperti apa-apa yang telah disebutkan diatas.

Sabda Nabi “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam tidak berwudhu sesudah mandi“, adalah perkara yang sudah jelas bahwa beliau tidak berwudhu kembali setelah mandi. Ulama memang berbeda pendapat mengenai Makna Mandi tersebut apakah Mandi Junub atau mandi biasa.

Menurut zhohirnya kata “ba’da al gusli/sesudah mandi” adalah mandi secara umum baik mandi junub atau mandi biasa. Dan riwayat tersebut adalah bersifat umum dan tidak meneyebutkan mandi junub akan tetapi hanya “Mandi”. Menurut kaidah bahwa perkataan yang umum/mutlaq itu perlu dipakai atas umumnya/ithlaqnya selama tidak ada keterangan yang membatasi keumumannya. Jadi intinya sesudah mandi tidak perlu berwudhu lagi.

Menurut Abdul Hakim bin Amir Abdat, jika disertai niat wudhu dan belum batal maka tidak perlu berwudhu.[4]

Yang perlu di ketahui dan tidak perlu di lakukan adalah bahwa Rasulullah tidak melafal niat mandi junub, seperti “nawaitu gusla/aku niat mandi dst:….”, karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah dan hal itu pasti tertolak sebagaimana sabda Rasul : “Mengabarkan kepadaku Aisyah r.a, bahwasannya “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa berbuat suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami (Allah dan Rasul-Nya), maka amalan itu tertolak”.[5]

[1] Terjemah Subulus salam Jilid I, Drs. AbuBakar Muhammad hal 234

[2] Terjemah Subulus Salam Jilid I, Drs, AbuBakar Muhammad hal  253

[3] Lihat Bustanul Ahbar Hadist No. 427 dan Terjemah Subulus Salam Jilid I, Drs, Abu Bakar Muhammad hal 252-253

[4] Al Masail Jilid III, hal 146

[5] Lih: HR Shahih Muslim dari ‘Aisyah ra. dan lih: Syarh Sunnah, karya al-Baghawi, dengan tahqiq Zuhair asy-syawisy dan syu’aib al-Arnauth, 1/211, hadist no.103, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah. Lih al-Muntaqa min Kitab at Targhib wa Tarhib, 1/112, hadist no.32.

Semoga ini memberikan bekal kepada kita dalam menjalankan syariat-Nya sebagai bukti cinta kita kepada-Nya

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Unwell _Matchbox

All day staring at the ceiling
Making friends with shadows on my wall
All night hearing voices telling me
That I should get some sleep
Because tomorrow might be good for something

Hold on
Feeling like I'm headed for a breakdown
And I don't know why

[chorus]

But I'm not crazy, I'm just a little unwell
I know right now you can't tell
But stay awhile and maybe then you'll see
A different side of me
I'm not crazy, I'm just a little impaired
I know right now you don't care
But soon enough you're gonna think of me
And how I used to be...me

I'm talking to myself in public
Dodging glances on the train
And I know, I know they've all been talking about me
I can hear them whisper
And it makes me think there must be something wrong with me
Out of all the hours thinking
Somehow I've lost my mind

[chorus]

But I'm not crazy, I'm just a little unwell
I know right now you can't tell
But stay awhile and maybe then you'll see
A different side of me
I'm not crazy, I'm just a little impaired
I know right now you don't care
But soon enough you're gonna think of me
And how I used to be

I've been talking in my sleep
Pretty soon they'll come to get me
Yeah, they're taking me away

[chorus]

But I'm not crazy, I'm just a little unwell
I know right now you can't tell
But stay awhile and maybe then you'll see
A different side of me
I'm not crazy, I'm just a little impaired
I know right now you don't care
But soon enough you're gonna think of me
And how I used to be

Yeah, how I used to be
How I used to be
Well, I'm just a little unwell
How I used to be
How I used to be
I'm just a little unwell

Terjemahan :

Sepanjang hari menatap langit-langit
Berteman dengan bayang-bayang di dindingku
Semua mendengar suara-suara malam mengatakan
Bahwa aku harus tidur
Karena besok mungkin baik untuk sesuatu

Bertahan
Merasakan sepertinya aku menuju depresi
Dan aku tidak tahu mengapa

[chorus]

Tapi aku tidak gila, aku hanya agak tidak enak badan
Aku tahu sekarang Anda tidak bisa mengatakan
Tapi tunggulah sebentar dan mungkin kemudian kamu akan melihat
Sebuah sisi yang berbeda dari saya
Aku tidak gila, aku hanya sedikit terganggu
Aku tahu sekarang Anda tidak peduli
Tetapi segera kau akan memikirkan aku
Dan bagaimana saya dulu … saya

Aku bicara pada diriku sendiri di depan umum
Menghindari melirik di kereta
Dan aku tahu, aku tahu mereka semua sudah bicara tentang saya
Aku bisa mendengar mereka berbisik
Dan itu membuat saya berpikir pasti ada sesuatu yang salah dengan saya
Dari semua jam berpikir
Entah bagaimana aku sudah kehilangan pikiran saya

[chorus]

Tapi aku tidak gila, aku hanya agak tidak enak badan
Aku tahu sekarang Anda tidak bisa mengatakan
Tapi tinggallah sebentar dan mungkin kemudian Anda akan melihat
Sebuah sisi yang berbeda dari saya
Aku tidak gila, aku hanya sedikit terganggu
Aku tahu sekarang Anda tidak peduli
Tetapi segera kau akan memikirkan aku
Dan bagaimana saya dulu

Saya telah berbicara dalam tidur saya
Tak lama kemudian mereka akan datang untuk mendapatkan saya
Yeah, mereka membawa saya pergi

[chorus]

Tapi aku tidak gila, aku hanya agak tidak enak badan
Aku tahu sekarang Anda tidak bisa mengatakan
Tapi tinggallah sebentar dan mungkin kemudian Anda akan melihat
Sebuah sisi yang berbeda dari saya
Aku tidak gila, aku hanya sedikit terganggu
Aku tahu sekarang Anda tidak peduli
Tetapi segera kau akan memikirkan aku
Dan bagaimana saya dulu

Ya, bagaimana saya dulu
Bagaimana saya digunakan untuk menjadi
Yah, aku hanya agak tidak enak badan
Bagaimana saya digunakan untuk menjadi
Bagaimana saya digunakan untuk menjadi
Aku hanya agak tidak enak badan

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Arti sebuah Keyakinan

Manusia seringkali dihadapkan kenyataan yang tidak sejalan dengan rencana, niat baik dan impian. Jika orang mampu mengambil hikmah (ibroh) setiap kenyataan yang tidak sejalan dengan rencana (gagal) maka ia akan tetap optimis, ikhlas dan akan terus bergerak dan mengambil hal-hal positif.

Saya sendiri termasuk orang yang suka bergerak, memang sesekali terpuruk ketika gagal bertubi-tubi sampai benar-benar down, bingung bahkan apatis banget. Namun karena memang pada dasarnya tipikal orang pembosan, maka segala keterpurukan itu akan tidak berlangsung lama. Bangkit dan bergerak lagi. Ngapain diam dan merapati lama-lama, apakah menikmati perasaan gagal itu kemudian ada solusi..? dapat hadiah atau membuat bahagia? dengan melamun, bengong?. Semua yang tahu kita dan kita yang menjawab.

Namun dibalik itu semua, keyakinan adalah kunci untuk menatap lebih baik, ketika kita setelah gagal. Melakukan proses evaluasi (muhasabah) mana yang salah, kurang, ceroboh, dll secukupnya, kemudian menatap ulang langkah-langkah selanjutnya buat bangkit. Jatuh,bangun itu hal biasa bahkan tersesat sekalipun.

Dalam banyak ayat Tuhan (Allah SWT) dalam Al Qur’an karim, Dia tidak pernah melihat hasil akhir, namun proses yang direncanakan matang, penuh keyakinan dan sungguh-sungguh. Dengan segala Maha kasih-Nya ia telah membentangkan Surga-Nya yang seluas langit dan Bumi, pahala atas segala kebajikan, semangat pantang menyerah kita.

Yakinlah ia tidak membiarkan kita sendirian, saat kita berupaya melakukan upaya-upaya perbaikan. Tangan-tangan Tuhan akan bekerja dengan sangat lembut, baik dan bijaksana buat kita. Sekali lagi keyakinan. Sepele tapi penting. Setan akan membisikkan segala upaya meruntuhkan segala keyakinan dan optimisme hamba-hamba-Nya.

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Donna-Donna

perang Irak mengingatkan saya pada Joan Baez, musisi lagu balada asal Amerika Serikat. Di usianya yang kini tak lagi muda, Baez beberapa kali terlibat unjuk rasa menentang perang Irak. Salah satu unjuk rasa yang mendapat sorotan dunia adalah saat dia mendatangi ranch Bush di Texas tahun lalu.

Joan Baez, di tahun 1960-an cukup terkenal dengan lagunya “Donna Donna”. Perempuan yang pernah berpacaran dengan musisi Bob Dylan ini memang terkenal dengan sikapnya yang menentang perang. Oya, Bob Dylan pun dikenal sebagai musisi anti-perang.

Berikut lirik lagu Donna Donna yang pernah dinyanyikan Sita RSD di dalam film Gie. Lagu ini juga pernah dinyanyikan Julia (Julile) Rogers.

On a waggon bound for market
there`s a calf with a mournful eye.
High above him there`s a swallow,
winging swiftly through the sky.

Chorus:

How the winds are laughing,
they laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
and half the summer`s night.

Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.

“Stop complaining!” said the farmer,
Who told you a calf to be?
Why don`t you have wings to fly with,
like the swallow so proud and free?”

+ Chorus

Calves are easily bound and slaughtered,
never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
like the swallow has learned to fly.

+ Chorus

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Manajemen Waktu

Dalam Islam waktu adalah suatu hal yang penting, mengapa? dalam surat Al ‘Ashr ayat 1-3 Allah SWT berfirman “Demi Masa (Waktu)…” yang menunjukkan betapa berharga dan pentingnya waktu tersebut. Selain itu dalam hadits Nabi SAW. berpesan agar kita manfaatkan 5 masa/waktu : “Masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, hidup sebelum mati” (HR.Al-Baihaqi). Dalam aturan-aturan terkait ibadah mahdhoh seperti sholat, puasa, zakat, haji pun memberi penekanan pada waktu.

Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu dan kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama–24 jam. Namun, ada berapa orang yang bisa “berbuat lebih” seperti :

  • Rasulullah SAW : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!!
  • Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af
  • Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)
  • Anas bin Malik : Pelayan rasulullah sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.
  • Abul Hasan bin Abi Jaradah (548 H) : Sepanjang hidupnya menulis kitab-kitab penting sebaganyak tiga lemari.
  • Abu Bakar Al-Anbari : Setiap pekan membaca sebanyak sepuluh ribu lembar.
  • Syekh Ali At-Thantawi : Membaca 100-200 halaman setiap hari. Kalkulasinya, berarti dengan umurnya yang 70 tahun, beliau sudah membaca 5.040.000 halaman buku. Artikel yang telah dimuat di media massa sebanyak tiga belas ribu halaman. Dan yang hilang lebih dari itu.

Masih banyak lagi contoh-contoh luar biasa lainnya. Kenapa tidak banyak orang yang bisa menyamai mereka? Padahal waktu yang diberikan Allah kepada mereka sama dengan waktu yang diberikan Allah pada hambaNya yang lain? Jawabannya adalah kecerdasan manajemen waktu.

Saat ini kita dicekoki dengan frem bahwa dalam sehari manusia harus tidur minimal 8 jam. Padahal kalau kita cermati kalau kita tidur 8 jam sehari itu artinya kita sudah memanfaatkan waktu kita 1/3 hari untuk TIDUR. Bayangkan kalau rata2 umur manusia saat ini 60 tahun maka bisa kita artikan 20 tahun umur manusia digunakan untuk TIDUR! Cukuplah bagi kita untuk tidur selam 3-7 jam saja dalam sehari asalkan “berkualitas”.
Lalu Btimbul sebuah pertanyaan BAGAIMANAKAH TIDUR YANG BERKUALITAS itu?

Manajemen Tidur Berkualitas
- tidur 3-7 jam
- tidur di awal malam dan bangun pada 1/3 malam terakhir
- berwudlu sebelum tidur
- membersihkan tempat tidur
- mematikan lampu (meningkatkan melatonin)
- tidur dengan posisi yang benar (miring ke kanan)
- berdzikir dan berdoa

Tips-Tips Manajemen Waktu
1. Membuat target dan perencanaan
Tulislah target jangka pendek dan jangka panjang, selalu manfaatkan waktu luang ex. saat dalam perjalanan selalu bawa buku atau/dan Al Quran. Pada saat perang Khandaq, Rasulullah membuat strategi pembuatan Parit yang sangat terencana sehingga bisa selesai tepat waktu.
2. Mempersiapkan rencana cadangan
Ingat!!! Manusia hanya bisa merencanakan, dan mutlak Allah sajalah yang berhak untuk menetukan. Ketika perang mu’tah, Rasulullah menunjuk 3 orang panglima perang untuk bersiap2. Jika panglima pertama syahid maka akan digantikan panglima kedua, dst.
3. Program yang dibuat dalam mencapai target harus realistis, terukur dan adil
Target boleh melangit tapi program mesti membumi. Adil dalam artian tidak merugikan orang lain. Saat perang Khandaq, umat islam yang jumlahnya hanya 3 ribu harus mengalahkan pasukan romawi yang jumlahnya 10 ribu. Jika dipikir secara logika mungkin hal itu hanyalah sebuah mimpi, namun dalam pelaksanaannya tetap membumi yakni dengan strategi pembuatan parit sehingga umat Islam bisa memenangkan peperangan.
4. Disiplin dalam rencana
Ketidak disiplinan dalam perencanaan bisa berakibat fatal. Ingat pepatah bijak “Gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan”. Kalau kita cermati kisah perang uhud, maka dapat diambil ibroh bahwa sesungguhnya yang menyebabkan kekalahan umat islam ketika itu adalah pasukan pemanah yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga di bukit uhud tidak disiplin meninggalkan posisinya karena ghonimah perang yang ada di bawah bukit sehingga musuh yang hampir kalah malah menyerang balik.
5. sempurna dalam beramal (itqon=profesional)
Sebaiknya kita menyelesaikan satu masalah dulu baru berganti ke masalah yang lain.
6. Tentukan skala prioritas
Imam Hasan Al Banna mengatakan “Sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”, jadi suatu hal yang penting bagi kita untuk menentukan skala prioritas dalam pelaksanaannya dimulai dari penting & mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak. Tapi jangan pula kita membenturkan sesuatu yang seharusnya tidak berbenturan. misalnya kuliah dengan syuro, dsb.

Semoga bermanfaat! dan mampu mengamalkannya..Amin.

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Lihat dan kenalihan Allah SWT dengan mata Ilmu pengetahuan

“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al Qashash: 60)

Mari kita merenung sejenak, bagaimana perasaan kita ketika melihat tanah gersang tanpa tanaman? Mungkin hati akan bergetar dan bertanya, siapa pemilik tanah tersebut? Mengapa tanah itu dibiarkan kering dan mati?

Semua orang ketika melihat tanah seperti itu umumnya merasa tidak nyaman. Boleh jadi akan muncul keinginan untuk menghidupkan tanah tersebut dengan cara menanaminya hingga tampak hijau. Keinginan tersebut merupakan fitrah Rabbaniyah yang ada dalam setiap manusia.

Fitrah tersebut, misalnya, bisa dilihat dari menggeloranya gerakan “Go Green”, sebuah gerakan yang mengajak setiap manusia untuk menanam pohon demi kelestarian bumi. Gerakan ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyambutnya karena memang gerakan itu sesuai dengan dorongan hati mereka.

Kebutuhan terhadap kelestarian bumi di masa mendatang, dan rasa khawatir akan dampak negatif kerusakannya, telah menggerakkan mereka untuk berupaya menyuburkan bumi.

Hanya saja tujuan mereka semata-mata demi kepentingan duniawi. Ini berbeda dengan orang-orang yang beriman. Motivasi kaum mukmin yang ikut menggelorakan gerakan tersebut jauh dari sekedar dorongan hati. Motivasi orang yang beriman adalah lillahi ta’ala, sementara tujuannya adalah mendapatkan ridha-Nya. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).

Dahulu, beliau tinggal di tanah kering berbatuan, baik di Makkah maupun di Madinah. Namun, beliau tidak pernah putus asa menghidupkan tanah yang mati. Di antara bebatuan, ketika didapati tanah yang bisa ditanami, apalagi di tanah yang subur, beliau gemar bertanam.

Beliau juga menganjurkan, bahkan tak jarang memerintahkan, para Sahabat untuk menanam pohon. Beliau bersabda, “Tidaklah seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman lalu tanaman tersebut dimakan oleh oleh manusia, binatang melata atau sesuatu yang lain kecuali hal itu bernilai sedekah untuknya,” (Riwayat Muslim).

Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika tiba hari kiamat sedang pada tangan dari kalian ada bibit pohon kurma maka tanamlah,” (Riwayat Ahmad)’

“Menghidupkan” Manusia

Jika terhadap tanah yang mati, seorang Muslim terpanggil untuk menghidupkannya, apalagi terhadap sesama manusia. Jika ada orang yang sedang sakit, selalu ada dorongan kuat dalam diri kita untuk “menghidupkan” kesehatannya kembali dengan cara mengobati dan menghiburnya.

Dalam dunia pengobatan itu sendiri, selalu ada usaha yang serius dari waktu ke waktu untuk mempelajari berbagai jenis penyakit dan mencarikan obatnya. Ada sekolah kedokteran, lembaga kesehatan, klinik, rumah sakit, dan apotik yang didirikan untuk membantu menyembuhkan orang yang sakit.

Fitrah Rabbaniyah itulah yang menyebabkan kita selalu bersimpati saat menyaksikan orang yang sakit, kita berempati kepada keluarga yang telah ditinggal mati, dan kita sendiri memelihara kesehatan, berdoa agar diberi kesembuhan, dan tidak putus asa untuk berobat.

Semua ini menunjukkan bahwa ada dorongan terpendam dalam diri setiap manusia untuk menghidupkan segala yang mati. Apalagi secara syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menegaskan, Barangsiapa yang menghidupkan seorang manusia, maka seolah-olah mereka telah menghidupkan seluruh manusia. (Al-Maidah [5]: 32)

Menghidupkan Hati

“Menghidupkan” manusia tak sekadar dari sisi biologisnya, seperti pemulihan kesehatan atau pembebasan dari belenggu perbudakan, namun juga menghidupkan hati manusia. Mengapa? Karena banyak manusia yang hatinya sakit atau bahkan telah lama mati.

Masalahnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa hatinya sedang sakit atau mati. Mereka bahkan marah atau tersinggung bila dikatakan hatinya mati. Kitalah yang berkewajiban membantu saudara-saudara kita yang hatinya seperti itu.

Hati yang sakit atau mati ditandai dengan hilangnya nurani kebaikan pada saat melakukan keburukan. Misalnya, ketika berbuat kecurangan tidak ada penyesalan, bahkan malah sebaliknya, bangga dengan kecurangan tersebut, dan mengumbar-umbarnya kepada orang lain.

Coba tengok penampilan para artis di televisi. Mereka berlomba-lomba memperlihatkan aurat dan merasa bangga dengan semua itu. Bahkan, yang lebih parah, sebagian dari mereka sengaja merekam adegan tak pantas sekadar untuk koleksi pribadi. Ketika rekama adegan tersebut tersebar di public, mereka tak merasa malu, apalagi bersalah dan menyesal. Hati mereka betul-betul telah sakit.

Karena menghidupkan hati adalah kebutuhan mutlak saat ini maka dakwah tak boleh semata-mata berdimensi pengajaran (ta’limah). Dakwah harus menyentuh hal yang sangat mendasar, yaitu pembersihan penyakit hati (tazkiyah). Bahkan, dimensi tazkiyah ini dalam banyak hal harus lebih didahulukan dari pada pengajaran.
Allah Ta’ala berfirman,

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan (tazkiyah) mereka dan mengajarkan (ta’lim) mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah).

(Al-Jumu’ah [62]: 2)

Mengapa tazkiyah lebih dahulu dari ta’lim? Karena bagi orang-orang yang hatinya sakit atau mati, pengajaran itu tidak ada gunanya. Ibaratnya, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.

Yang harus dilakukan adalah membongkar kulit yang membungkus rapat-rapat hatinya. Tutup hati atau tutup otak itulah yang dibongkar terlebih dahulu, terutama yang berupa kesombongan, karena merasa lebih unggul, lebih pandai, atau lebih suci.

Menghidupkan Peradaban

Bayangkan jika orang yang hatinya sakit dan mati itu berkumpul dalam suatu komunitas, bahkan menyatu dalam sebuah lingkungan yang lebih luas. Apa yang terjadi?

Contohnya, jika sebuah negara dihuni oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa malu, dipimpin oleh orang yang tidak memiliki mental malu, dan tidak ada undang-undang yang mengatur masalah kemaluan, apa yang terjadi?

Seperti kita saksikan saat ini, yang terjadi adalah pornografi dan porno aksi membudaya di mana-mana, pelacuran dan perjudian marak, seks bebas menjadi kebiasaan. Akibatnya sangat mengenaskan: ribuan anak lahir tanpa mengetahui siapa bapaknya, ribuan gadis hamil di luar nikah, aborsi menjadi halal, penyakit seksual berjangkit di mana-mana.

Tak hanya itu, berbagai penyakit sosial juga ikut menjamur, seperti mengonsumsi minuman keras dan narkoba.
Dalam keadaan seperti itu, runtuhlah peradaban manusia. Manusia tidak lagi menjadi terhormat, mulia, dan unggul, sebab perilaku mereka sudah tak ada bedanya dengan binatang ternak, bahkan lebih rendah dan lebih hina dari itu. Firman Allah Ta’ala, Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al-A’raf [7]: 179)

Dalam kondisi masyarakat yang rusak seperti itu maka tampilnya segolongan umat yang tak pernah berhenti menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menjadi sebuah keharusan.

Di tengah mati dan hancurnya peradaban itu mesti lahir kaum yang bergelar Khairu Ummah. Mereka adalah orang-orang yang memiliki dorongan kuat untuk menghidupkan peradaban dan selalu memelihara fitrahnya untuk tetap istiqamah, sekalipun jalan terjal dan licin harus dilalui.

Mereka bukanlah siapa-siapa. Mereka adalah kita sendiri, hamba-hamba-Nya yang telah dimuliakan dengan risalah Islam dan dakwah, serta fitrah Rabbaniyah.

Masalahnya, maukah kita menghidupkan fitrah itu dan dengannya kita berjuang untuk menghidupkan peradaban Rabbani di muka bumi?

Wallahu a’lam bish shawab.**

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Harun Yahya (Sosok dan pemikiran)

Kaum evolusionis (Darwinisme) ialah golongan yang meyakini penciptaan semesta berhubungan dengan filsafat materialisme. Bahwa ‘sesuatu dapat menjadi ada karena memang telah ada’.

Kaum ini meyakini bahwa materi merupakan elemen yang tidak diciptakan, dan sifatnya tidak terikat oleh ruang dan waktu, yang ada hanya perubahan wujudnya saja.

Semesta dikisahkan sebagai benda yang tercipta dari satu titik yang mengalami evolusi selama milyaran tahun untuk mencapai bentuk yang kita saksikan saat ini. Sementara, kehidupan di bumi merupakan bentuk evolusi yang terus berubah seiring perjalanan waktu tanpa mengubah materi segala unsur pembentuknya.

Pas dulu SMA dulu…, sempat di suruh nonton tayangan video Harun Yahya buat menjelaskan pelajaran biologi oleh guru.

Buat mengenal lebih dekat siapa Harun Yahya berikut tulisan menurut wikipedia :  id.wikipedia.org/wiki/Harun_Yahya, 

http://ateisindonesia.wikidot.com/kreasionisme

Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar[1] (juga ditulis Adnan Hoca) dilahirkan di Ankara pada tahun 1956, menetap disana sampai pindah ke Istanbul pada tahun 1979.[2] Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: “Harun” dan “Yahya” .

Who’s he ?

Ia adalah seorang penulis dan kreasionis Islam asal Turki.[3][4] Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme.[5]

Kreasionisme (penciptaan) adalah sebuah gagasan yang menolak sains dalam menjelaskan asal usul mahluk hidup. Kreasionisme di bagi dua, bumi muda dan bumi tua/lama. Kreasionisme bumi muda percaya kalau usia bumi kita ini masih sangat muda, sementara kreasionisme bumi tua percaya sama dengan penemuan ilmiah, hanya tanpa evolusi.

Pada tahun 2007, ia mengirim ribuan kopi Atlas Penciptaan[6] untuk menyebarkan kreasionisme Islam di kalangan museum ilmiah, anggota Kongres, dan Ilmuwan Amerika.[7] Berbeda dengan kebanyakan penganjur kreasionisme Kristen, Oktar menganut kreasionisme Bumi Lama. Ia adalah seorang anti-zionis dan anti-Mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait. Meskipun ia menolak tuduhan anti-Semit, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme,[8] Ia juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust,[9] berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust). Namun belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007) ia menyangkal telah menulis buku ini.[10]

Adnan Oktar menjalankan dua organisasi yang di dalamnya dia juga merupakan Presiden Kehormatan, yaitu Bilim Araştırma Vakfı (“Yayasan Penelitian Sains”, BAV, didirikan pada tahun 1990), yang bertujuan mempromosikan kreasionisme, serta Milli Değerleri Koruma Vakfı (“Yayasan Perlindungan Nilai Nasional”, didirikan pada tahun 1995) yang bertujuan mempromosikan nasionalisme Turki.[11] Dalam dua dekade terakhir, Adnan Oktar banyak terlibat dalam sejumlah kasus hukum, baik sebagai terdakwa maupun penggugat.

Adnan Oktar dilahirkan di Ankara, Turki pada 2 Februari 1956. Dia tumbuh besar di Ankara, dan tinggal di sana hinggal lulus SMA. Di sana pula dia mempelajari karya-karya Sid Nursi,[12][13] seorang cendekiawan Muslim Kurdi yang menulis Risale-i Nur, sebuah ulasan Qur’ani yang meliputi ideologi keagamaan dan politik yang komprehensif.[14]

Pada tahun 1979, Adnan Oktar pergi ke Istanbul dan memasuki Universitas Mimar Sinan.[15] Masa tersebut ditandai dengan kekejaman dan represi di Turki berujung pada pendirian junta militer menyusul kudeta September 1980. Lingkungan di Turki menjadi salah satu tempat yang tidak stabil dalam hal politik dan kultural, terancam oleh politik Perang Dingin, dan benturan antara kaum modernis sekuler Kemal dan kebangkitan militansi Islam.[13] Dalam lingkungan semacam itu ia secara rutin pergi ke Masjid Molla di lokalitas Fındıklı, dekat dengan akademi seni tempat ia belajar arsitektur interior,[16][17] untuk berdoa tidak peduli ancaman apapun.[15] Edip Yukesl, yang mengenalnya pada masa itu, menggambarkannya sebagai “Sunni fanatik”[12]\

Pada awal tahun 1980-an, dia mengumpulkan beberapa mahasiswa untuk berbagi pemikiran mengenai Islam. Para mahasiswa itu berasal dari keluarga di Istanbul yang kaya dan aktif secara sosial.[12] Dari tahun 1982 sampai 1984, dia membentuk bentuk kelompok yang terdiri dari 20 sampai 30 orang. Kelompok itu juga diikuti oleh para pelajar sekolah menengah swasta yang berasal dari keluarga yang terkemuka dan aktif secara sosial dengan status ekonomi yang tinggi yang baru saja menjadi relijius.[15] Edip Yüksel menyebut bahwa Adnan Oktar mengajar “dengan lembut dan dalam cara yang modern kepada anak-anak dari kelas sosial atas itu, tanpa mengintimidasi mereka…versi halus dan urban dar Said Nursi.”[12]

Dalam pengajaran keagamaannya, dia menentang Marxisme, komunisme dan filsafat materialistis. Dia menekankan pentingnya menyanggah teori evolusi dan Darwinisme[18] karena dia merasa bahwa hal itu telah menjadi ideologi yang digunakan untuk menyeabrkan materialisme dan ateisme, serta berbagai ideologi terkait lainnya. Dia secara pribadi mendanai pamflet yang berjudul Teori Evolusi[15] yang menggabungkan “mistisisme dengan retorika ilmiah.”[12][13]

Pada tahun 1986 dia masuk ke Jurusan Filsafat di Universitas Istanbul. Berita mengenai Adnan muncul di majalah Nokta (Titik). Diberitakan bahwa dia mengumpulkan kawan-kawannya dan menggelar pengejarannya di sebuah masjid. Banyak mahasiswa, kebanyakan dari Universitas Bosforus, salah satu uinversitas paling bergengsi di Turki, ikut berpartisipasi. Nama Adnan Oktar mulai muncul secara rutin di media massa, kadang-kadang sebagai kepala berita. Pada tahun itu juga dia menerbitkan sebuah buka berjudul Yudaisme dan Freemansory, berdasarkan teori konspirasi bahwa media, kelompok politik, universitas, dan lembaga negara dipengaruhi oleh suatu “kelompok tersembunyi”.[15] Di kemudian hari, topik-topik semacam itu banyak ditulis olehnya.

Adnan Oktar ditangkap, dan dituntut atas tuduhan menyebarkan revolusi teokratis. Dia ditahan selama 19 bulan, meskipun dia tidak pernah secara resmi didakwa.[12][13] Dia ditahan di klinik penjara, dan kemudian di Rumah Sakit Jiwa Bakirkoy, tempat dia didiagnosa menderita kelainan kejiwaan obsesif kompulsif dan skizofrenia.[13] Meskipun keakuratan diagnosanya diragukan, dan apakah itu memiliki motif pribadi dan politik.[12][13] Adnan Oktar kemudian mengatakan bahwa dia dinyatakan sehat oleh dokter militer, tapi dia juga mengeluh bahwa media-media di Turki menyebarkan berita bahwa dia gila.[17] Adnan Oktar juga mengklaim bahwa dia dimasukkan ke institusi kejiwaan sebagai hukuman karena menerbitkan bukunya.[19]

Sepanjang tahun 1980-an dan awal 1990-an, Adnan Oktar membangun komunitasnya. Para pengikutnya terutama aktif merekrut di sanggraloka musim panas di sepanjang pesisir Laut Marmara. Organisasi sosial dalam kelompok tersebut menjadi lebih hirarkis dan lebih bersifat Mesias.[13] Adnan Oktar mengatakan bahwa karena anarki dan teror pada masa itu, dia tidak dapat meneruskan studinya. Dia telah mulai menulis buku, jadi setelah meninggalkan studinya, dia mencurahkan energinya untuk buku-bukunya.[20]

Pada tahun 1990, dia mendirikan Yayasan Penelitian Sains (YPS,[21] atau, dalam bahasa Turki, Bilim Araştırma Vakfı atau BAV, dan dalam bahasa Inggris, Science Research Foundation atau SRF). Adnan Oktar mendirikan Yayasan Penelitian Sains untuk menggelar konferensi dan seminar untuk kegiatan ilmiah “yang sasarannya adalah kesadaran masyarakat mengenai apa yang sebenarnya menjadi penyebab konflik sosial dan politik”,[22] yang dia sebut sebagai materialisme dan Darwinisme. Beberapa media menggambarkan BAV sebagai “sekte Islam rahasia”[23] dan “organisasi mirip kultus, yang secara waspada menjaga rahasia kekayaannya yang besar.”[24] Anggota-anggota BAV kadang disebut sebagai Adnan Hocacılar (“Pengikut Adnan Sang Hodja”) oleh masyarakat luas.[25]

Pada tahun 1994 Partai Kesejahteraan (Partai Refah) yang merupakan partai islam, pendahulu Partai Keadilan dan Perkembangan (AKP), meraih kemenangan di munisipalitas Istanbul dan Ankara. Walikota yang baru (di Istanbul adalah Recep Tayyip Erdoğan, kini perdana menteri Turki) berusaha mencari dukungan yang lebih luas. Jurnalis dan editor Fatih Altayli mengklaim bahwa Adnan Oktar membuat perjanjian bisnis dengan munisipalitas yang dikuasai Partai Kesejahteraan. Tuduhan tersebut dibantah oleh Adnan Oktar, yang berujung pada tuduhan terhadap Fatih Altayli dengan beragam hasil.[13]

Pada tahun 1995, Adnan Oktar mendirikan Yayasan Perlindungan Nilai Nasional (YPNN atau dalam bahasa Turki Millî Değerleri Koruma Vakfı, dan dalam bahsa Inggris Foundation for Protection of National Values atau FPNV). Melalui lembaga tersebut, dia menjalin jaringan dengan orang-orang dan organisasi-organisasi nasionalis Turki kosnervatif lainnya berdasarkan ideologi Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki.[13]

Pada tahun 1997, setelah intervensi militer lainnya, yakni “kudeta tak bedarah” 1997, pemerintahan Erbakan diturunkan dan Partai Kesejahteraan dibubarkan. Menurut majalah New Humanist, pemerintahan AKP yang sekarang, menghindari hubungan politik dengan Adnan Oktar dan organisasinya.[13]

Karya Tulis

Oktar telah menulis banyak buku dengan menggunakan nama pena Harun Yahya (Harun dan Yahya), yang isinya menentang teori evolusi Charles Darwin. Ia juga berpendapat bahwa teori evolusi secara langsung berkaitan dengan kejahatan-kejahatan materialisme, Naziisme dan komunisme. Perlu dicatat bahwa Harun Yahya tidak memiliki pendidikan dalam Biologi atau ilmu lain yang relevan dengan konsep evolusi. Kebanyakan argumen dalam pandangan anti evolusi Harun Yahya mengutip dan identik dengan argumen-argumen anti evolusi (kreasionisme) yang diajukan sejumlah kelompok Kristen tertentu yang menolak evolusi, yang telah sering dibantah oleh komunitas ilmiah.[26] Tulisan Harun Yahya mengenai evolusi berusaha memberi kesan ilmiah, namun tidak mengikuti standar ilmiah dalam mencakup pembahasan yang seimbang mengenai argumen kedua belah pihak dalam masalah evolusi.

Topik-topik ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Oktar. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.

Namun, pembahasan Oktar mengenai Evolusi mendapat banyak kritikan dari kalangan ilmuwan. Taner Edis, dari Truman State University, mengatakan bahwa publikasi Harun Yahya sangat populer karena diproduksi dengan kualitas penerbitan yang tinggi dan bahasa yang sederhana, tapi materinya berupa argumen yang secara ilmiah bisa diabaikan dan mengandung distorsi yang tidak memiliki dasar ilmiah.[27] Sejumlah ilmuwan lain telah memberikan kritikan senada (lihat di bagian “Respon”, di bawah).

Ia juga telah menerbitkan berbagai tulisan tentang Zionisme dan Freemasonry, dan menuduh kaum Zionis melakukan rasisme dan menegaskan bahwa Zionisme dan Freemasonry telah menimbulkan banyak pengaruh negatif terhadap sejarah dan politik dunia. Namun belakangan, ia menjelaskan bahwa kecamannya secara khusus ditujukan pada Zionis yang ateis, dan ia menganjurkan toleransi terhadap Yahudi yang tidak ateis.[28]

Buku-buku Oktar yang berkaitan dengan iman berusaha untuk mengkomunikasikan keberadaan dan keesaan (Tauhid) Allah menurut iman Islam, dan ditulis dengan maksud utama memperkenalkan Islam kepada mereka yang tidak mengenal agama ini. Setiap bukunya yang berkaitan dengan sains menekankan pandangan-pandangannya tentang keperkasaan, kedalaman, dan keagungan Allah secara terinci. Buku-buku ini berusaha memperlihatkan bagi kaum non Muslim apa yang diklaim Oktar sebagai tanda-tanda keberadaan Allah, dan kesempurnaan ciptaan-Nya. Sebuah sub kelompok di dalam seri ini adalah seri “Buku-buku yang Menghancurkan Kebohongan Evolusi”. Tujuan utama buku-buku ini adalah menyerang gagasan-gagasan Materialisme, Evolusi, Darwinisme, dan ateisme. Akhirnya, ia telah menulis lebih dari 100 buku yang mengungkapkan moral Al Qur’an adn masalah-masalah yang berkaitan dengan iman. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasihat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur’an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.

Ratusan buku konon ditulis oleh Oktar. Karena itu sebagian orang mengklaim bahwa orang lain mestilah telah ikut menyumbangkan, atau menulis, banyak dari buku-buku itu. Tuduhan ini dengan keras disangkal di situsnya; ia mengklaim bahwa dia adalah satu-satunya penulis dari semua buku itu. Namun, ia juga menyangkal telah menulis “Kebohongan Holocaust” yang mula-mula diterbitkan atas nama Harun Yahya.

Banyak dari karya Oktar telah atau sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia, Bosnia, Polandia, Urdu, Indonesia, Kazakh, Azeri, Melayu, Bengali, dan Malayalam. Karya tulisnya telah dipublikasikan secara luas ke seluruh dunia, dan sebagian dari karyanya tersedia gratis pada situs resminya.

Tulisan Harun Yahya, khususnya mengenai evolusi, telah dikritik dan dibantah secara luas oleh kalangan ilmiah.

Gerdien de Jong, dari Utrecht University, mengatakan bahwa penalaran Harun Yahya mengenai evolusi absurd.[29]

Kevin Padian, profesor Biologi dari University of California, Berkeley, mengatakan bahwa Harun Yahya tidak memiliki pengertian mengenai bagaimana mahluk hidup berubah.[7][30]

PZ Myers, profesor Biologi dari University of Minnesota, Morris, mengatakan bahwa tulisan Harun Yahya mengikuti pola yang repetitif: menunjukkan foto fosil dan hewan yang masih hidup, dan mengklaim bahwa tidak ada perubahan. Namun, klaim ini biasanya salah, karena mahluk yang ditunjukkan itu telah berubah.[31]

Komisi Eropa untuk Budaya, Ilmu, dan Pendidikan mengatakan dalam laporannya bahwa dalam buku Harun Yahya mengenai evolusi, tidak ada argumen yang didasari kepada bukti ilmiah.[32]

Richard Dawkins, pakar evolusi terkemuka, menulis resensi mengenai tulisan Harun Yahya, dan menunjukkan sejumlah kesalahan fakta, seperti identifikasi spesies yang keliru, dan pemakaian foto yang tidak menunjukkan spesies yang sesungguhnya ada.[33] Selanjutnya, Dawkins mengatakan bahwa Harun Yahya tidak mengerti apa yang dia berusaha untuk bantah.[17]

Buku-buku karya Harun Yahya, yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia:

  • ‘Tangan Rahasia’ di Bosnia,
  • Kebohongan Holocaust (belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007), Adnan Oktar menyangkal menulis buku ini).[10]
  • Di Balik Tirai Terorisme,
  • Kartu-Kurdi Israel,
  • Strategi Nasional bagi Turki,
  • Moral Qur’ani: Solusi,
  • Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki,
  • Bencana Kemanusiaan Akibat Ulah Darwinisme,
  • Kebohongan Teori Evolusi,
  • Bangsa-Bangsa Yang Diadzab,
  • Nabi Musa,
  • Zaman Keemasan,
  • Keagungan Warna Ciptaan Allah,
  • Kebesaran Allah di Setiap Sudut Alam Semesta,
  • Hakikat Kehidupan Dunia,
  • Pengakuan Kaum Evolusionis,
  • Kekeliruan Kaum Evolusionis,
  • Sihir Darwinisme,
  • Agama Darwinisme,
  • Al-Qur’an Menuntun Kepada Ilmu Pengetahuan,
  • Asal Usul Kehidupan yang Sesungguhnya,
  • Penciptaan Alam Semesta,
  • Keajaiban Al-Qur’an,
  • Desain Pada Alam,
  • Perilaku Pengorbanan Diri dan Kecerdasan Pada Dunia Hewan,
  • Keabadian Telah Berlangsung,
  • Anakku Darwin Telah Berbohong!,
  • Berakhirnya Darwinisme,
  • Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?,
  • Keabadian dan Hakikat Takdir,
  • Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu,
  • Misteri DNA,
  • Keajaiban Atom,
  • Keajaiban Sel,
  • Keajaiban Sistem Kekebalan,
  • Keajaiban Mata,
  • Keajaiban Penciptaan Tumbuhan,
  • Keajaiban Laba-Laba,
  • Keajaiban Semut,
  • Keajaiban Nyamuk,
  • Keajaiban Lebah,
  • Keajaiban Biji,
  • Keajaiban Rayap.

Karya penulis dalam bentuk booklet:

  • Misteri Atom,
  • Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan,
  • Keruntuhan Materialisme,
  • Berakhirnya Materialisme,
  • Kekeliruan Kaum Evolusionis 1,
  • Kekeliruan Kaum Evolusionis 2,
  • Mikrobiologi Meruntuhkan Teori Evolusi,
  • Fakta Penciptaan,
  • 20 Pertanyaan Yang Meruntuhkan Teori Evolusi,
  • Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.

Karya-karya pengarang yang berhubungan dengan Al-Qur’an:

  • Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?,
  • Mengabdi Hanya Kepada Allah,
  • Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah,
  • Surga,
  • Teori Evolusi,
  • Nilai Akhlaq Dalam Al-Qur’an,
  • Ilmu Al-Qur’an,
  • Index Al-Qur’an,
  • Hijrah di Jalan Allah,
  • Sifat Munafiq Dalam Al-Qur’an,
  • Rahasia Orang Munafiq,
  • Nama-Nama Allah Yang Agung,
  • Berdakwah dan Berdebat Dalam Al-Qur’an,
  • Konsep Dasar Dalam Al-Qur’an,
  • Jawaban-Jawaban Al-Qur’an,
  • Kematian, Kebangkitan dan Neraka,
  • Perjuangan Para Rasul,
  • Syaitan: Musuh Nyata Manusia,
  • Agama Berhala,
  • Agama Kaum Jahiliyyah,
  • Kesombongan Syaitan,
  • Doa Dalam Al-Qur’an,
  • Urgensi Akal dalam Al-Qur’an,
  • Hari Kebangkitan,
  • Jangan Pernah Lupa,
  • Hukum-Hukum Al-Qur’an yang Diabaikan,
  • Karakter Manusia Dalam Masyarakat Jahiliyyah,
  • Pentingnya Sabar Dalam Al-Qur’an,
  • Pengetahuan Umum Dari Al-Qur’an,
  • Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3,
  • Pemikiran Dangkal Kaum Kafir,
  • Iman Yang Sempurna,
  • Sebelum Anda Menyesal,
  • Perkataan Para Rasul,
  • Kasih Sayang Orang Mukmin,
  • Takut Kepada Allah,
  • Mimpi Buruk Kekafiran,
  • Nabi Isa Akan Datang Kembali,
  • Al-Qur’an Memberi Keindahan Pada Kehidupan,
  • Beragam Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4,
  • Perbuatan Dosa Bernama: ‘Mencela’,
  • Rahasia Ujian Kehidupan,
  • Hikmah Yang Benar Menurut Al-Qur’an,
  • Perjuangan Melawan Agama Kaum yang Tidak Beragama,
  • Tarbiyyah Nabi Yusuf,
  • Bersekutu dalam Kebaikan,
  • Fitnah Terhadap Umat Islam Sepanjang Sejarah,
  • Urgensi Mengikuti Perkataan yang Baik,
  • Mengapa Menipu Diri Sendiri?,
  • Islam: Agama Mudah,
  • Kegembiraan dan Keteguhan dalam Al-Qur’an,
  • Melihat Kebaikan pada Segala Hal,
  • Bagaimana Orang Bodoh Menafsirkan Al-Qur’an?,
  • Sejumlah Rahasia Al-Qur’an,
  • Keberanian Orang Mukmin.

Buku-buku berjudul Kebohongan Teori Evolusi :

  • Bangsa-Bangsa Yang Diadzab,
  • Bagi Kaum yang Berpikir,
  • Hakikat Kehidupan Dunia,
  • Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?,
  • Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu,
  • Keajaiban Semut,
  • Keagungan Warna Ciptaan Allah,
  • Penciptaan Alam Semesta,
  • Allah Dapat Diketahui Melalui Akal,
  • Nilai Akhlaq dalam Al-Qur’an,
  • Konsep Dasar dalam Al-Qur’an,
  • Pernahkan Anda Berpikir tentang Kebenaran?,
  • Pemikiran Dangkal Kaum Kafir,
  • Urgensi Akal dalam Al-Qur’an, dan Keajaiban DNA.

Buku-buku dalam rujukan Bahasa Inggris

  • The ‘Secret Hand’ in Bosnia
  • Behind the Scenes of Terrorism
  • Israel’s Kurdish Card
  • A National Strategy for Turkey
  • Solution: The Morals of the Qur’an
  • The Winter of Islam and Its Expected Spring
  • Communism in Ambush
  • The Bloody Ideology of Darwinism: Fascism
  • Darwin’s Antagonism Against the Turks
  • The Disasters Darwinism Brought to Humanity
  • The Evolution Deceit
  • Articles 1-2-3
  • A Weapon of Satan: Romanticism
  • Truths 1-2
  • The Western World Turns to God
  • Perished Nations
  • The Prophet Moses
  • The Prophet Joseph
  • The Golden Age
  • Allah’s Artistry in Colour
  • Glory is Everywhere
  • The Truth of the Life of This World
  • Confessions of Evolutionists
  • Precise Answers to Evolutionists
  • Evolutionary Falsehoods
  • The Dark Magic of Darwinism
  • The Religion of Darwinism
  • The Collapse of the Theory of Evolution in 20 Questions
  • The Qur’an Leads the Way to Science
  • The Real Origin of Life
  • The Creation of the Universe
  • Miracles of the Qur’an
  • Consciousness in the Cell
  • A String of Miracles
  • The Design in Nature
  • Self-Sacrifice and Intelligent Behaviour Models in Animals
  • Eternity Has Already Begun
  • Children Darwin Was Lying!
  • The End of Darwinism
  • Deep Thinking
  • Timelessness and the Reality of Fate
  • Knowing the Truth
  • Never Plead Ignorance
  • The Secrets of DNA
  • The Miracle in the Atom
  • The Miracle in the Cell
  • The Miracle of the Immune System
  • The Miracle in the Eye
  • The Miracle of Creation in Plants
  • The Miracle in the Spider
  • The Miracle in the Ant
  • The Miracle in the Gnat
  • The Miracle in the Honeybee
  • The Miracle of the Seed
  • The Miracle of the Termite
  • The Green Miracle: Photosynthesis
  • The Miracle of Hormone
  • The Miracle of the Human Being
  • The Miracle of Man’s Creation
  • The Miracle of Protein.

Buku-buku yang bertopik Al Qur’an

  • The Basic Concepts in the Qur’an
  • The Moral Values of the Qur’an
  • Quick Grasp of Faith 1-2-3
  • Ever Thought About the Truth?
  • Crude Understanding of Disbelief
  • Devoted to Allah
  • Abandoning the Society of Ignorance
  • The Real Home of Believers: Paradise
  • Knowledge of the Qur’an
  • Qur’an Index
  • Emigrating for the Cause of Allah
  • The Character of the Hypocrite in the Qur’an
  • The Secrets of the Hypocrite
  • The Names of Allah
  • Communicating the Message and Disputing in the Qur’an
  • Answers from the Qur’an
  • Death Resurrection Hell
  • The Struggle of the Messengers
  • The Avowed Enemy of Man: Satan
  • The Greatest Slander: Idolatry
  • The Religion of the Ignorant
  • The Arrogance of Satan
  • Prayer in the Qur’an
  • The Importance of Conscience in the Qur’an
  • The Day of Resurrection
  • Never Forget
  • Disregarded Judgements of the Qur’an
  • Human Characters in the Society of Ignorance
  • The Importance of Patience in the Qur’an
  • General Information from the Qur’an
  • The Mature Faith
  • Before You Regret
  • Our Messengers Say
  • The Mercy of Believers
  • The Fear of Allah
  • The Nightmare of Disbelief
  • Jesus Will Return
  • Beauties Presented by the Qur’an for Life
  • A Bouquet of the Beauties of Allah 1-2-3-4
  • The Iniquity Called “Mockery”
  • The Mystery of the Test
  • The True Wisdom According to the Qur’an
  • The Struggle with the Religion of Irreligion
  • The School of Yusuf
  • The Alliance of the Good
  • Slanders Spread Against Muslims Throughout History
  • The Importance of Following the Good Word
  • Why Do You Deceive Yourself?
  • Islam: The Religion of Ease
  • Enthusiasm and Excitement in the Qur’an
  • Seeing Good in Everything
  • How does the Unwise Interpret the Qur’an?
  • Some Secrets of the Qur’an
  • The Courage of Believers
  • Being Hopeful in the Qur’an
  • Justice and Tolerance in the Qur’an
  • Basic Tenets of Islam
  • Those Who do not Listen to the Qur’an.

Rujukan

  1. ^ Flynn T., Dawkins R., (2007), The new encyclopedia of unbelief, Prometheus Books, ISBN 978-1-59102-391-3.
  2. ^ www.harunyahya.com The life and works of Adnan Oktar (diakses pada 18 Juli 2010)
  3. ^ Seeing the light – of science Salon.com
  4. ^ Drees W.B., Koningsveld P.S., (2008), The Study of Religion and the Training of Muslim Clergy in Europe: Academic and Religious Freedom in the 21st Century, Amsterdam University Press, ISBN 978-90-8728-025-3.
  5. ^ Steinvorth, Daniel, ”‘All Terrorists Are Darwinists’: Interview with Adnan Oktar“, Der Spiegel, 23 September 2008. Diakses pada 13 November 2008.
  6. ^ Yahya, Hârun; Rossini, Carl Nino; Evans, Ron; Mossman, Timothy (2006). Atlas of creation. Global Publishing. OCLC 86077147.
  7. ^ a b Dean, Cornelia, ”Islamic Creationist and a Book Sent Round the World“, New York Times, 17 Juli 2007. Diakses pada 17 Juli 2007.
  8. ^ islamdenouncesantisemitism.com Antisemitism (diakses pada 18 Juli 2010)
  9. ^ www.talkorigins.org Harun Yahya and Holocaust Revisionism (diakses pada 18 Juli 2010)
  10. ^ a b Shooting the Messenger. The Guardian, 20 Agustus 2007
  11. ^ Songün, Sevim, ”Turkey evolves as creationist center“, Hurriyet Daily News, 27 Februari 2009. Diakses pada 17 Maret 2009.
  12. ^ a b c d e f g Harun Yahya or Adnan Oktar: the Promised Mahdi? by Edip Yüksel
  13. ^ a b c d e f g h i jSex, Flies and Videotapes: the secret lives of Harun Yahya“, New Humanist, 1 Oktober 2009. Diakses pada 17 Maret 2009.
  14. ^ Risâle-i Nur Collection
  15. ^ a b c d e LIFE STORY OF ADNAN OKTAR
  16. ^ Kim Kimdir? (Who is Who?)
  17. ^ a b c The Wall Street Journal, “An Islamic Creationist Stirs a New Kind of Darwinian Struggle”, March 17, 2009
  18. ^ Turkish book traces terror’s origin to Darwin’s theory
  19. ^ Guardian: “Muslim creationist Adnan Oktar challenges scientists to prove evolution”
  20. ^ Scoop Independent News, New Zealand
  21. ^ [http://www.srf-tr.org/index.htm
  22. ^ Tentang YPS
  23. ^ Aslaneli, Hakan, "Ciminli Case Turns into a War", Turkish Daily News, 19 Juli 1999.
  24. ^ Birch, Nicholas (2007-05-24) TURKEY: SCIENTISTS FACE OFF AGAINST CREATIONISTS
  25. ^ Which Justice?
  26. ^ http://ncse.com/rncse/19/6/cloning-creationism-turkey [Taner Edis, "Cloning Creationism in Turkey", 1999] (diakses pada 10 Februari 2011)
  27. ^ [1], Taner Edis, Islamic Creationism: A Short History, History of Science Society, Newsletter, vol 37, No. 1, 2008
  28. ^ Harun Yahya: Islam Denounces anti-Semitism
  29. ^ Enserink, Martin (2007). “FAITH AND SCIENCE: In Europe’s Mailbag: A Glossy Attack on Evolution”. Science 315 (5814): 925a. doi:10.1126/science.315.5814.925a. PMID 17303725
  30. ^ Green, Toby, ”Creationist offers prize for fossil proof of evolution“, The Independent, 29 September 2008. Diakses pada 12 Februari 2011.
  31. ^ PZ Myers, “Well fly fishing is a science”
  32. ^ The dangers of creationism in education Report; Committee on Culture, Science and Education Rapporteur: Mr Guy LENGAGNE, France, Socialist Group
  33. ^ Dawkins, Richard, ”Venomous Snakes, Slippery Eels and Harun Yahya“, Richard Dawkins Foundation for Reason and Science, 7 Juli 2008. Diakses pada 17 Oktober 2008.
Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Membaca dan Menulis Derrida


SETAHUN SUDAH Jacques Derrida meninggalkan kita. Oktober 2004 dia wafat karena serangan kanker pankreas. Adieu, à-Dieu! (Selamat tinggal, Tuhan!), kata-kata yang pernah diucapkan Derrida buat Emmanuel Levinas saat sahabatnya itu meninggal, tampaknya juga pas kita ucapkan untuknya.

Derrida lahir di El-Biar, wilayah terpencil Aljazair, pada 15 Juli 1930. Tahun 1952 Derrida masuk École Normal Supériuere (ENS) di Prancis, sekolah elite yang dikelola Foucault, Althusser, dan para filsuf terkemuka Prancis lain. Dari kesannya yang mendalam pada para gurunya di sekolah itu, ia menekuni filsafat dan akhirnya dikenal sebagai salah seorang filsuf kenamaan.

Menekuni filsafat? Kata itu tak sepenuhnya benar. Banyak yang bilang, Derrida tidak berfilsafat, melainkan bermain-main dengan filsafat. Puncaknya, ketika pada 1992 Universitas Cambridge hendak memberi penghargaan pada Derrida, banyak profesor di sana yang menolak, termasuk W.V. Quine. Alasan mereka, tulisan Derrida mengemukakan ajaran yang absurd, yang menolak pembedaan antara kenyataan dan fiksi.

Itulah Derrida. Ia menjadi kontroversi: ada yang mendukung, tak sedikit yang menolak. Dekonstruksi (déconstruction)-nya pun tak urung menuai badai kritik. “Bagi saya, dekonstruksi bukanlah upaya intelektual yang serius,” tandas Gadamer dalam sebuah wawancara. Manfred Frank bahkan menuduh dekonstruksi mengandung fasisme.

Bagi Derrida, juga para pengikutnya, dekonstruksi tidak dapat didefinisikan. Setiap definisi selalu merupakan pembatasan, locus atau tempus, sementara dekonstruksi justru hendak menerobos batas. Bagaimana caranya? Derrida mengatakan, langkah pertama atau paling dasar adalah membaca.

Membaca itulah yang banyak dilakukan Derrida dalam tulisan-tulisannya. Of Grammatology, Writing and Differences, Speech and Phenomena, serta karya-karyanya yang lain, adalah hasil pembacaannya atas Rousseau, de Saussure, Husserl, Levinas, Heidegger, Bataille, Hegel, Foucault, Descartes, Lévi-Strauss, Freud, Edmond Jabés, Antonin Artaud.

Tentu membaca dalam pengertian Derrida bukan membaca biasa dalam arti mengeja huruf per huruf dan melafalkan kata per kata, tapi membaca dalam dua lapis atau double reading. Lapis pertama, pembacaan ditujukan untuk menampilkan apa yang disebut Derrida sebagai “tafsiran dominan” atas teks atau bacaan. Lapis kedua berusaha memperlihatkan titik lemah serta kontradiksi dalam tafsiran dominan itu dan menyajikan pembacaan tandingan lain.

Pembacaan yang dilakukan Derrida berusaha membongkar hegemoni tafsir yang menghasratkan ketunggalan, berupaya mengguncang pemaknaan dominan atas teks. Bagi Derrida, setiap teks mempunyai dunianya sendiri yang kaya. Pusat teks ada di mana-mana. Dunia teks yang demikian terlalu reduktif bila mesti dimaknai dengan satu atau beberapa makna dominan, yang pada gilirannya memandulkan lahirnya pemaknaan lain. Kekayaan teks, bagi Derrida, terletak pada kekayaannya mengandung kembaran makna dan kebergantian makna-makna tersebut—dalam artian tidak ada maknanya yang final.

Dekonstruksi Derrida adalah kritik terhadap logosentrisme, yaitu sistem pemikiran yang menghasratkan sesuatu yang tunggal, total, final, abadi. Sejak zaman Yunani klasik hingga modern, logosentrisme atau angan adanya Logos atau Kebenaran atau Tuhan (metafisika kehadiran) memang kukuh mendominasi pemikiran Barat. Sebab itu, wajar kritik terhadapnya menuai cerca.

Tentang angan adanya kebenaran itu, Derrida melihat juga terdapat dalam linguistik Saussurean. Pemaknaan dalam linguistik Saussurean melalui oposisi biner dianggap Derrida bermasalah, karena satu term kemudian sering atau selalu diunggulkan atas term yang lain. Persoalan semakin menggelembung karena melalui term itulah cara berpikir terbentuk dan selanjutnya terinstitusionalisasi dan dijaga oleh tradisi.

Selain itu, kecenderungan Saussure mengunggulkan yang terucap (phonè) dibanding yang tertulis, juga dikritik Derrida. Ucapan dianggap unggul karena berlangsung dalam konteks, sehingga kebenaran dapat langsung tersampaikan. Sementara tulisan direndahkan karena membuncahkan makna dan dianggap membuat kebenaran menjadi kabur. Derrida, yang tak percaya kebenaran dapat diraih, tentu lebih memilih tulisan. Melalui tulisan, dekonstruksi lewat double reading jadi mungkin untuk dilakukan.

Meski tak luput dari cerca, dekonstruksi dewasa ini banyak dipakai para pemikir untuk membongkar praktik hegemoni dan dominasi. Pemikir kebudayaan Edward W. Said, misalnya, meminjam dekonstruksi untuk membongkar cara berpikir dan praktik kolonialisme serta orientalisme. Dalam lapangan studi gender, lahirnya posfeminisme sebagai kritik atas feminisme gelombang kedua yang cenderung fallogosentris (gabungan fallosentrisme dan logosentrisme) juga berkat dekonstruksi Derrida.

Buku Muhammad Al-Fayyadl ini mencoba melihat Derrida sebagai sebuah “problem” untuk didiskusikan. Bahasan Al-Fayyadl dalam buku ini rapi, terang, luwes, serta sistematik. Hampir semua karya Derrida dikutip oleh penulis muda yang masih berstatus mahasiswa S1 di UIN Sunan Kalijaga ini, kecuali, saya melihat, wawancara Derrida tentang peristiwa teror 11/9 atas WTC (Giovanna Borradori, Jurgen Habermas, Jacques Derrida: Philosophie in Zeiten des Terros, 2004). Terorisme yang aktual sekarang dan pandangan Derrida tentangnya tak dijumpai di buku ini. Memang, buku ini belum “menulis” Derrida, melainkan baru “membaca”. Padahal, kata Goenawan Mohamad dalam pengantar, Derrida berharap diperlakukan sama seperti dia “menulis” filsuf lain.[]

Posted in 1 | Tinggalkan komentar

Sebab-sebab naik-turunnnya keimanan seseorang

CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :

1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits

a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya
Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)
”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)

b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.

c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.
Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.

d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam
Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.

e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)
Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.

2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)
Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an. Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah struktur matematis Al Qur’an. Walau wahyu Allah diturunkan bertahap namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal “hari” disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.

3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas
Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
a. Amalan Hati
Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.
b. Amalan Lidah
Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.
c. Amalan Anggota Tubuh
Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).

SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :

Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :

1. Kebodohan
Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.

2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan
Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.
Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).
Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.

3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa
Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.

4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.

Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :

1. Syaitan
Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.

2. Bujukan dan rayuan dunia
Allah SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).
Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.

3. Pergaulan yang buruk
Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).
Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.

Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.

Sumber :
1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad
2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Agama itu adalah nasehat (koreksi) bagi yang mau memperbaiki diri dan tidak sombong pada kebenaran.

Ilmu agama itu sangatlah luas dan mendalam. Maka teruslah menuntut ilmu agama sebagai pelita dan penerang hidup sekali kau mampu, sempat dan bisa.

Jika sudah mengetahui, mari bersama-sama kita berlomba-lomba dalam kebaikkan untuk mengamalkannya.

Posted in 1 | Tinggalkan komentar