Ah..,mungkin menurut ortu gw, ini adalah sebagian kecil dari segudang perjalanan hidup yang kudu gw jalanin menuju proses pembentukan jati diri dan kedewasaan yang alami. Hari ini udara penuh polusi ibukota Jakarta. Padahal jam masih bergeser dua titik dari pukul 6 pagi ke titik 8. Kata banyak orang, temen-temen jakarta merupakan kota yang nggak pernah ramah buat menikmati hidup. Bagaimana tidak? kemacetan terjadi di mana-mana hampir setiap hari, kompetisi tinggi, gaya hidup serba hedonis dan yang paling penting buat anak kuliahan kayak gw living cost (biaya hidupnya) bro..sumpah mahal. Untuk menghilangkan kantuk gw bikin teh sebentar dan coba menikmati suasana pagi.
Kali ini cerita tentang apa dan bagaimana diri gw sendiri pertama kali menikmati kuliah di jurusan Teknik informatika UHAMKA-JAKARTA. Huff..,so cool man. I’m serious.
Teknik Informatika mengkin bisa dibilang sebagai Jurusan Terfavorit di era sekarang. Hal ini dipicu semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi masa kini dan masih sangat minimnya tenaga IT di Indonesia ini. Sebuah fakta menyebutkan bahwa Indonesia masih membutuhkan kurang lebih 10 ribu tenaga IT yang lulusan dari Jurusan IT. Tidak heran kalau tenaga IT profesiaonal di Indonesia ini sangatlah dibutuhkan dan pastinya akan dibayar dengan gaji yang tidak sedikit.
Menurut survey secara tidak formal (hii..hi..hi..) ke teman – teman satu jurusanku (teknik bersatu tak bisa dikalahkan) tentang mengapa mereka emilih teknik Informatika untuk melanjutkan studinya, saya mendapatkan berbagai alasan. Berikut adalah alasan – alasan Mengapa memilih untuk kuliah di Teknik Informatika :
1. Sarjana Teknik Informatika sangat diminati perusahaan – persahaan besar di Indonesia ataupun di Dunia
Mungkin hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa lulusan IT sangat mudah untuk mencari pekerjaan. Berikut cuplikan dari website LSP Telematika Indonesia
Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun-tahun mendatang, diperkirakan akan melonjak drastis, seiring kemajuan teknoogi di berbagai bidang yang membutuhkan adaptasi pasaran kerja. Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2010 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per � orang. Beberapa negara maju dan berkembang saat ini memang mulai merasakan tingginya kebutuhan akan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Menurut Ir Stefanus Thomas Suhalim, Ketua STMIK ProVisi Semarang, beberapa waktu lalu, Cina saat ini menghasilkan 200 ribu tenaga kerja TIK setiap tahun. Namun demikian, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan pasar kerja TIK di Cina. Diperkirakan tahun 2008 mendatang, negara itu kekaurangan tenaga kerja TIK sebanyak 2,2 juta orang. Sementara di Amerika, mengutip laporan Information Technology Association of Amerika, pada tahun 2001 saja sudah terbuka peluang bagi 900.000 tenaga kerja di bidang itu. Namun dari jumlah tersebut, 425.000 kesempatan tidak terisi. “Mereka kekurangan pelamar yang memenuhi kualifikasi teknis dan nonteknis,” tutur Suhalim mengomentari kebingungan negara-negara itu terhadap kurangnya tenaga kerja TIK. (portalhr/Lily)
Memang benar, hal ini memicu hasrat teman – teman mengapa memilih berkuliah di bidang IT.
2. Mahasiswa Teknik Informatika tidak mempelajari pelajaran yang menjadi Momok para pelajar
Fisika, Kimia, ataupun Biologi tidak lagi dipelajari secara mendalam di jurusan ini. Hal ini bisa menjadi pemicu mengapa sebagian pelajar yang tidak kuat di bidang pelajaran – pelajaran tersebut berminat untuk memasuki jurusan Informatika. Hal yang akan dipelajari di Teknik Informatika adalah hal – hal yang berhubungan dengan logika. Tidak lagi pusing – pusing mempelajari Fisika, ataupun harus Menghafal konsep ataupun istilah – istilah Biologi dan Kimia, di sini kami hanya mempelajari analisa teknologi, konsep matematis, logika pemrograman, sistem bisnis cerdas, dan hal – hal yang asyik untukk dipelajari lainnya.. Enak kan..
3. Menjadi mahasiswa Teknik Informatika hanya sekedar iseng dan mengikuti apa yang diambil oleh teman-teman
wah untuk yang satu ini gw barangkali nggak termasuk gw kali ya..,Tapi bener banget ini temen-temen gw banyak banget yang seperti ini. Maklumlah musimnya copy-paste..(ha..ha..ha.). Klo boleh disarankan gak ikutan seperti ini. Because menyangkut nasih jurusan yang akan diambil dan buat masa depan.
Pada semester 1 di jurusan T. Informatika , terdapat 1 buah praktikum dengan bobot 1 SKS. Tidak lain adalah : Praktikum Fisika dasar dan pada semester kedua akan memperoleh 2 praktikum lagi dengan bobot masing-masing 1 SKS yakni Pemrograman terstruktur dan Rangkaian Digital Kedua praktikum ini berjalan bersama-sama sehingga bukan tidak mungkin jika jadwal keduanya bentrok. Oke.. nah gw lanjut nih…,
Kedua praktikum ini menggunakan sistem modul, yaitu dengan mengeluarkan modul wajib dan harus sudah dikerjakan dan dikumpulkan dalam bentuk laporan kepada asisten masing-masing kelompok sebelum asistensi pertama, dan menggunakan sistem penilaian nondosen (oleh asisten masing2). Asistensi merupakan proses belajar-mengajar yang dilakukan oleh Senior dan Junior dan tidak akan melibatkan dosen siapapun. Yang menjadi asisten biasanya adalah kakak-kakak senior 1-2 tahun di atas kami. Mereka pun yang berkuasa memegang nilai praktikum kami. Kemudian, setelah seminggu dikeluarkannya modul wajib atau setelah 2 atau lebih kali asistensi, praktikum pun dilaksanakan secara serentak. Satu modul harus ditutup dengan pengumpulan Laporan Resmi berupa laporan pendahuluan (LP) dan Laporan Lengkap (LL)
Nah, fenomena tersebut merupakan hal yang baru bagi saya. Awalnya saya tidak terbiasa dengan kegiatan yang supersibuk seperti itu. Kita dituntut untuk menjadi profesional layaknya di dunia kerja. Kita dituntut untuk memanage waktu dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, kita tidak akan survive selama belajar di Teknik Informatika. Apalagi sebelum masuk dunia kuliah saya sudah jadi tenaga administrasi di sebuah organisasi tingkat pusat (DPP IMM) dengan segala deadline yang menunggu. Klo bentrok..?. Nah ini yang susah..(he..he..he..).
Secara garis besar, kuliah di Teknik Informatika itu :
SENANG
Hal ini pastilah dirasakan tiap mahasiswa yang dapat diterima di jurusan yang dituju. Kuliah di Teknik Informatika menerut saya juga sangat menyenangkan. Banyak suasana – suasana gembira yang saya dapat di sini. Mulai dari Masta, Peka, ODDI sampai LKTD HIMA Teknik Informatika yang sangat menyenangkan, teman – teman yang menyenangkan, hingga banyak kejadian – kejadian seru yang tidak kalah menggembirakan.
SIBUK
Jangan kaget jika sudah mulai memasuki semester pertama pada jurusan Teknik Informatika. Banyak tugas dan praktikum yang pasti mengejarmu. Sesibuk apapun maba dari jurusan lain, saya yakin Teknik Informatika lah jurusan yang paling “menyibukkan” mabanya.
AKRAB dan ADAPTIF (teknik bersatu tak bisa dikalahkan)
Percaya atau tidak bahwa tidak satu pun mahasiswa dapat survive kuliah di Teknik Informatika selama 4tahun jika ia tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Teknik Informatika . Kami mahasiswa baru Teknik Informatika dituntut untuk mengompakkan angkatan sebelum terjun ke perkuliahan. Hal itu terbukti pada saat tugas – tugas berat melanda. Kami bisa saling memberikan sumbangsi untuk menyelesaikan tugas bersama. Selain itu, di Teknik Informatika , latar belakang Mahasiswa berbeda-beda mulai jurusannya ada dari STM dan SMA Non jurusan IPA dari lokal jabotabek dan luar kota Jakarta. Jadi, secara tidak langsung kita dapat lebih adaptif dengan watak teman – teman baru kita.
Menarik, eksotis dan penuh tantangan menurut gw. Kini gw nyadar telah menjadi mahasiswa. Jika dulu kita adalah siswa selama SMA yang harus datang jam 06.00 pagi buat upacara hari senin dan mengumpulkan tugas seabrek. Jika tidak akan di hukum sama guru bidang studi kita. Maka klo sudah ‘Maha’ siswa dan kuliah kitalah yang merencanakan, mengatur strategi dan menjalani semua proses pembelajaran. Di kelas dosen hanya memberikan design materi mata kuliah secara global. Sementara secara detailnya sang mahasiswa kudu mengoleksi dan membaca berbagai macam literatur dan referensi baik baik online maupun offline ,mulai handout, teks book, jurnal, makalah, majalah, koran, dll di perpustakaan, cari buku-buku (lama maupun baru). Semua itu pihak dosen gak bakal ngontrol deh! sumpah. Namun itu semua wajib a’in untuk dilakukan secara mandiri oleh sang mahasiswa. Demi terkuasainya mata kuliah yang ia ambil dalam semester ini dan memperoleh IP yang bagus. But anyway anak TI pada dasarnya belajarnya memakai metode learning by doing. Artinya kita bakal semakin pinter dan mendalami jurusan itu apabila rajin latihan sendiri secara rutin. Kuliah di jurusan informatika akan tidak di ajarkan bagaimana cara install OS, bagaimana cara operasi dari aplikasi design graphics (Coreldraw X4 dan Photoshop CS4) namun sekedar di arahkan paradigma berpikir dan hal itu penting dipelajari. Hmmm..gampang-gampang susah ya…?. Ophs, ntar dulu sebenernya gak juga asal kita merasa confident dan ejoy tapi tetap fokus dengan apa yang diambil. Kuliah tahun pertama memang aneh, melelahkan, seru dan sibuk. Namun pada dasarnya kuliah tahun pertama semester 1 dan semester 2 adalah kuliah persiapan sarjana buat bekal ke semester -semester berikutnya. Kita perlu ‘fight’ agar bisa survive dan selesai tepat waktu. Di semester 1 dan 2 inilah segala dasar-dasar jurusan diletakkan di otak kita semua.
Oke mungkin ini dulu share gw. I hope useful for U
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.